Lampung Selatan – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menggencarkan fogging di wilayah rawan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Langkah itu dilakukan untuk menekan perkembangan nyamuk penyebab penyakit mematikan tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lampung Selatan, Jamaluddin, menegaskan tim kesehatan langsung turun setelah menerima data kasus.
Baca Juga : Pemprov Lampung Siapkn Strtegi Lulsan SMA ke Perguruan Tinggi
“Begitu hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif, kami segera melakukan fogging hari itu juga atau paling lambat esoknya,” ujar Jamaluddin di Kalianda, Selasa (26/8/2025).
Ia menilai pengasapan perlu ditingkatkan karena kasus DBD pada Agustus 2025 lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pada Agustus 2024 tercatat 26 kasus, sedangkan tahun ini sudah 28 kasus. Jumlah itu bisa terus bertambah karena Agustus belum berakhir.
Dinkes juga memperkuat pencegahan lewat sosialisasi ke masyarakat. Petugas mengajak warga membersihkan penampungan air, menebar ikan pemakan jentik, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Baca Juga : Guru Ingin MenCekik Murid di Lampung Terindikasi Gangguan Jiwa
“Kami minta warga rutin melakukan PSN di rumah dan lingkungan masing-masing agar rantai penyebaran bisa diputus,” tegas Jamaluddin.
Ia juga mengingatkan masyarakat memantau kondisi sekitar dan segera melapor jika terjadi lonjakan kasus. “Intervensi cepat harus dilakukan agar wabah tidak meluas,” tambahnya.
Sejak Januari hingga Juli 2025, Dinkes mencatat 663 kasus DBD di Lampung Selatan. Dua orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.






